
BEM (Badan Executive Mahasiswa) BSI berdiri pada tahun 2002. Pada awalnya pemilihan BEM BSI hanyalah Presidennya saja dan Wakilnya ditunjuk langsung oleh seorang Presiden. Presiden BEM BSI yang pertama, yaitu Haqi Periode 2002-2003, Mirza Rangkuti periode 2003-2004, Hendriko periode 2004-2005, Novis Sugiawan periode 2006-2007, Ahmad Ridwansyah 2007-2008, Ahmad Rifansyah 2008-2009.
Setelah Hendriko menjadi Presiden terjadi kevakuman atau istilahnya Vacum Of Power selama satu semester. Setelah itu Novis menjabat dari awal tahun 2006 sampai tahun 2007. Setelah kevacuman tersebut pemilihan BEM BSI menjadi satu paket menjadi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden sampai sekarang.
Struktur organisasi di BSI sendiri terbilang unik karena memiliki kemiripan dengan Negara Republik Indonesia dimana terdapat MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa) yang setara dengan DPR/MPR, dibawahnya terdapat BEM yang didalamnya berisi Presiden, Wakil Presiden dan para menteri.
BEM sendiri menaungi SEMA (Senat Mahasiswa) dan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Kedudukan SEMA sama halnya dengan seorang Gubernur disetiap kampus cabang di BSI, sedangkan UKM adalah suatu Lembaga Departemen yang menaungi kegiatan extra mahasiswa.
Dari tahun-ketahun kinerja BEM BSI menunjukkan grafik yang baik, entah dari internal maupun external. Namun semua itu tidak pernah luput dari yang namanya permasalahan, permasalahan yang paling disoroti adalah mosi tidak percayanya beberapa ORMAWA (Organisasi Mahasiswa) yaitu SEMA dan UKM terhadap kinerja BEM. Namun sangat disayangkan ORMAWA yang mempertanyakan kinerja BEM tidak pernah mengutus perwakilannya masuk ke dalam kabinet BEM untuk memperbaiki kinerja yang mereka anggap salah.
Disatu sisi sebenarnya BEM telah memprogramkan acara kunjungan keseluruh ORMAWA untuk mempererat tali silaturrahmi antara ORMAWA yang satu dengan yang lainnya. Namun program dari DEPDAGRI (Departemen Dalam Negeri) ini hanya semester sekali.
“Seharusnya program kunjungan BEM ke SEMA dan UKM dilakukan 2 bulan sekali agar kamunikasi antar ORMAWA dapat terjalin” ujar Imam Choirul Roziqin ketua SEMA Depok.
Saat ini yang menjadi tantangan dari BEM adalah kondisi kampus yang heterogen dan kampus BSI yang tersebar diseluruh Indonesia khususnya Jabodetabek yang memiliki 14 kampus, ditambah lagi dengan berdirinya kampus BSI di Ciputat, Pondok aren dan Warung Jati.
Menjadi keunikan tersendiri bagi BSI dan menjadi tantangan tersendiri bagi BEM BSI, bagaimana bisa mempersatukan berbagai macam kultur, jarak dan ciri masing-masing kampus BSI khususnya di Jabodetabek. “Perjuangan ini takkan berhenti sampai disini, masih banyak program BEM yang belum terselesaikan” ujar Ahmad Rifansyah.
Kinerja BEM BSI saat ini sudah cukup baik walaupun masih terdapat kekurangan. Hal itu amat wajar karena tidak ada yang sempurna dalam segalanya, namun alangkah lebih baik jika kita meminimalkan segala kekurangan tersebut agar menjadi lebih baik lagi kedepannya.
Saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan seperjuangan, seluruh pengurus BEM BSI 2008-2009 yang sangat dahsyat, MPM BSI, seluruh SEMA dan UKM dan tentunya seluruh Mahasiswa BSI atas segala kontribusi dalam membangun gerakan ini. Kami mohon maaf atas kekurangan dan janji tak tertunaikan. Semoga ke depan kita menjadi lebih baik lagi.
Angankan apa yang kita ingin angankan, pergilah kemana kita ingin pergi, jadilah seperti yang kita kehendaki. Sebab hidup hanya satu kali dan kita hanya memiliki satu kesempatan untuk melakukan segala hal yang ingin kita lakukan. Semoga kita punya cukup kebahagiaan untuk membuat kita tersenyum, cukup pencobaan untuk membuat kita kuat, cukup penderitaan untuk tetap menjadikan kita manusiawi dan cukup pengharapan untuk menjadikan kita bahagia. Kepengurusan BEM ibarat sebuah lilin yang menyinari bagi dirinya sendiri dan ketika padam maka lilin selanjutnyalah yang akan menyala.
Kami berharap kepengurusan BEM BSI yang akan datang bisa lebih mempersatukan kampus-kampus tersebut, bukan hanya di Jabodetabek tapi juga di seluruh Indonesia. (Ali,Octa,Yahya)
dikutip dari inspirasi ( Lembaga Pers Mahasiswa BSI )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar